Rabu, 03 April 2013

six

dimana pagi berubah menjadi siang
dan dimana siang berubah menjadi senja
lalu senja menjadi malam
dimana musim panas begitu lama nya
dan aku menunggu hujan segera datang
hujan yang menari dengan bebas
hujan yang jatuh dengan bebas
dimana, aku bisa merasakan angin hujan yang mebawa kebebasan ragaku untuk ikut menari dan jatuh bebas bersama nya..
dimana aku bisa melihat atap atap rumah yang basah
dahan dahan pohon yang basah
dan jalan jalan yang basah tersiram rintikan hujan
suara tawa hujan mebuat kumerasa ikut tertawa bersama nya
aromamu yang menyiram tanah mebuatku nyaman
selaluku menantimu datang dengan ramah
tapi mengapa kau pergi dengan cepat, seakan ingin segera megambil rasa bahagia ku ini?
tiap senja kuberharap mendung menyelimuti langit
dan berharap itu tanda kau datang..


Five

hai? ya! hari kamis tanggal 4 bulan 4 tahun 2013. pukul 08.30am.
hari ini untuk pertama kalinya pulang.tepat nya di pulangkan.
di pulangkan bukan karena guru rapat atau apa,tapi di pulangkan karena
kesiangan..engga ngerti kesiangan karena gw nya atau angkot nya?
perasaan sih dari kemaren juga berangkat jam segitu engga di pulangin
ya ya yaudah berarti salahin angkot ajah!
iya! angkot sih suruh siapa dateng lama banget, sekali nya dateng
tapi cuman lewat engga berenti depan gw-_-
turunin tah apa penumpang nya supaya gw bisa naik.
kan gini nih jadi nya gw di pulangin gara gara kesiangan.
padahal tuh ya cuman lewat 5menit tau, ko di pulangin ya sebel.
hee tapi sedikit seneng sih di pulagin haha.
kenapa? karena sebagian dari mata pelajaran hari ini gurunya engga ada.
jadikan engga usah buang tenaga di sekolah. mending di rumah kannnn?
bisa nonton tv, makan, ngeblog, browsing, dan lain lain dong.
so, jadwal hari ini di rumah yuhu..

Four

Aku mencintai hujan. Karena hujan selalu membawaku kepada kenangan itu.
Aku selalu bermimpi bisa menari indah bersamamu dibawah rintikan air hujan.
Hujan selalu membuatku tenang, namun disisi lain ia selalu membuatku semakin rindu padamu.
Aku rindu bermain hujan dengan tawa ria, bukan selalu dengan tangisan seperti yang selalu aku lakukan semenjak kau pergi.
Kau memberi banyak kenangan disaat hujan turun.
Kenangan manis, dan pahit tentunya.
Namun tenang saja, aku mencintai segala kenangan yang kau berikan, termasuk yang menyakitkan sekalipun.
Hujan diluar sana sangat lebat. Namun selebat apapun hujan yang turun diluar sana, ia tetap saja tak mampu menghapuskanmu dari otakku.
Terkadang aku berharap hujan bisa menghapuskan semuanya dengan cepat.
Mengapa waktu terasa begitu cepat berlalu ketika aku menghabiskannya bersamamu?
Namun mengapa ia terasa begitu lama ketika aku menghabiskannya untuk hanya menunggumu dan tidak bersamamu?
Aku berharap aku bisa jatuh bersama para tetesan air yang turun dari langit dan membasahi  bumi.
“Hai, Aku ini gerimis. Tipis, pelan membasahi. Jangan berteduh, aku tak akan menyakiti. Tengadahkan tanganmu, terimalah aku.”