Kamis, 28 Maret 2013

First

Aku adalah seorang puteri.
Tak ada yang aneh dariku. Aku hidup di kerajaanku.
Aku ceria. Aku bahagia. Aku berusaha membuat orang disekitarku bahagia atas kehadiranku.
Ya, semuanya sempurna.
Layaknya kehidupan yang semua orang idamkan.
Sampai akhirnya aku tersadar, semuanya hanya omong kosong.
Aku memanglah seorang puteri, tapi aku tak memiliki pangeran yang mencintaiku.
Lalu bagaimana bisa mereka menilai aku bahagia?
Lalu mengapa mereka begitu ingin menjadi seperti aku yang selalu terlihat ceria?
Takkah mereka tahu? Aku setengah mati menyembunyikan tangisku hanya agar mereka bisa berpikir bahwa aku baik-baik saja.
Mereka tak pernah tahu yang sesungguhnya.
Aku mampu membuat ratusan orang tertawa bahagia saat mendengar celotehanku, tapi aku tak mampu membuat diriku sendiri tertawa, bahkan hanya untuk tersenyum pun sulit.
Tapi hidupku yang sesungguhnya hanya dimulai ketika aku kembali ke kamar kosongku.
Mendapati semuanya kosong dan tersadar bahwa aku tak memiliki siapapun.
Bahkan aku tak memiliki orang untuk mendengarkan ceritaku layaknya aku mendengarkan cerita orang lain.
Aku sepi. Aku kosong.
Aku justru ingin menjadi mereka yang bisa menampakkan kesedihannya, agar orang yang menjadi alasannya sedih bisa sadar akan perbuatannya.
Tapi tidak denganku. Aku hanya menyimpan rapat dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja.
Dan sekali lagi aku harus tersadar ketika memasuki ruangan yang kosong dan gelap ini,
Aku rapuh. Aku sakit. Aku hancur. Aku patah.
Aku lelah berpura-pura seperti ini. Aku lelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar